ARGOWULAS

ARGOWULAS Class of 1991

Posted by donny arinto On October - 25 - 2016

YOUR LIFE AFTER JUNIOR HIGH

Pada hari Sabtu, tanggal 22 Oktober 2016, dalam rangka merayakan 25 tahun atau Ulang Tahun Perak kelulusannya, para alumni angkatan 1991 Sekolah Menengah Pertama Negeri 1 Malang mengadakan lagi sharing session kepada murid kelas 8 SMPN 1 Malang yang kali ini dengan tajuk “Your Life After Junior High”. Salah satu alumni, Ardantya Syahreza, yang saat ini berprofesi sebagai seorang pengusaha di bidang biro pemasaran, event organizer, kuliner dan media online kepemudaan, ditunjuk oleh panitia sebagai pemateri pada hari itu.

Acara sharing session dimulai dengan pertanyaan penting dari pemateri yaitu, “Kalian bercita-bercita menjadi apa? Siapa yang sudah punya cita-cita dan siapa yang belum?”. Terlihat bahwa terdapat beberapa siswa yang mengangkat tangan dan menyebutkan cita-citanya seperti ingin menjadi dokter, arsitek, dll, namun banyak diantara mereka yang belum berani menyampaikan atau bahkan belum memikirkan apa yang menjadi cita-cita mereka.

Ardantya lalu menjelaskan pentingnya seseorang untuk memiliki cita-cita sejak dini, walaupun nantinya dapat berubah-ubah, karena ini merupakan proses aktif dalam diri setiap orang untuk merumuskan arah hidupnya dan motivasi seseorang dalam berupaya. Kemampuan seseorang untuk dapat memiliki sebuah cita-cita, diiringi dengan kemampuan seseorang untuk mengenali diri kita. Siapa saya? Apa kelebihan dan kekurangan saya? adalah beberapa pertanyaan yang harus sering kita tanyakan pada diri kita dengan terus aktif dalam proses mencari jati diri dan terus belajar.

Ardantya menjelaskan bahwa makin lama akhir-akhir ini, banyak pelamar kerja di perusahaannya yang sulit dalam mendeskripsikan motivasi, cita-cita ataupun career goal mereka karena tidak melatih dirinya sejak dini. Sistem pendidikan di Indonesia yang masih belum secara optimal membentuk generasi-generasi penerus untuk dapat berpikir proaktif telah menyulitkan dunia usaha dalam mendapatkan talenta-talenta baru yang berkualitas. Generasi digital masa kini yang dirasa cenderung lebih manja dan tidak sabar dalam menjalani proses ini cukup mengkhawatirkan masa depan bangsa.

Ardantya juga menyampaikan bahwa sebaiknya sejak dini adik-adik di SMPN 1 Malang memahami bahwa pertumbuhan mental seseorang yang baik adalah dengan secara aktif mengambil tanggung jawab dan berperan aktif dalam setiap kegiatan di lingkungannya, baik dalam keluarga, sekolah maupun di masyarakat luas. “Kita tidak mau mendapatkan generasi masa depan yang ‘cuek’, tapi kami ingin melihat generasi mada depan yang selalu peduli dan aktif mengambil peran positif”, demikian yang disampaikan oleh Ardantya.

Para alumni juga bersama-sama menyampaikan pengalamannya kepada adik-adik SMPN 1 Malang kelas 8 yang hadir di aula SMPN 1 Malang saat itu bahwa banyak hal-hal yang terpakai dalam kehidupan nyata sehari-hari adalah hal-hal yang mereka pelajari di luar bangku kelas, seperti kejujuran, kegigihan, kerja keras, bisa bekerja sama, menghargai orang lain, dan memimpin dalam berbagai kegiatan maupun organisasi. Para alumni menyarankan para adik-adik untuk dari sekarang secara aktif mengikuti minat dan bakat mereka karena insan yang sukses adalah orang-orang yang berani mengasah minat bakat mereka dan membuat dirinya ahli serta passionate di bidang yang ditekuninya. “Banyak anak mahasiswa suka merasa salah jurusan. Mengapa? Karena mereka tidak sejak dini melatih diri mereka dalam mengenali jati dirinya serta minat bakatnya. Akhirnya banyak sarjana Pertanian menjadi karyawan Bank, atau sarjana arsitek menjadi seorang Salesman, misalnya. Tidak apa-apa sih tapi sayang kan, lebih baik dari awal sudah tahu apa yang menjadi misinya daripada secara ‘terpaksa’ berprofesi yang diluar bidangnya”, jelas Ardantya panjang lebar.

Acara sharing session ini berjalan lancar dengan adanya beberapa tanya jawab dari adik-adik yang menghadiri acara tersebut. Acara ini juga cukup diapresiasi oleh pihak sekolah dan guru-guru karena akan dapat membuka wawasan siswa-siswi.